Menyongsong Era Baru Pangan Berkelanjutan: Program Studi THP FTP UNEJ Sukses Gelar International Seminar FUTURE FOOD 2030
Jember, 19 September 2026
Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian, Universitas Jember mengambil langkah strategis yang signifikan dalam memperkuat arah menuju internasionalisasi serta akselerasi inovasi pangan global. Komitmen ini diwujudkan secara nyata melalui penyelenggaraan ajang bertaraf internasional bertajuk International Seminar FUTURE FOOD 2030 yang mengusung tema besar “Future Food 2030: Next-Generation Ingredients, Advanced Processing, Functional Foods, and Food Safety for a Sustainable World”. Gelaran bergengsi ini dilaksanakan pada hari Sabtu, 19 September 2026, bertempat di Auditorium Lantai 5 Gedung Soedjarwo, Universitas Jember.
Penyelenggaraan seminar internasional ini merupakan wujud sinergi dan kolaborasi erat antara Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember bersama dengan Perhimpunan Ahli Teknologi Pangan Indonesia (PATPI) Cabang Jember serta Himpunan Mahasiswa Teknologi Hasil Pertanian (HIMAGIHASTA). Melalui kolaborasi lintas elemen ini, acara sukses menghadirkan jajaran pakar terkemuka baik dari dalam maupun luar negeri guna membedah dan merumuskan arah perkembangan teknologi pangan yang komprehensif menyongsong tahun 2030.
Acara seminar secara resmi dibuka oleh Wakil Rektor IV Universitas Jember, Prof. Drs. Bambang Kuswandi, M.Sc., Ph.D. Dalam sambutannya, beliau menekankan signifikansi kehadiran para pakar pangan skala nasional dan internasional dalam ekosistem akademik kampus.
“Kehadiran pakar pangan nasional dan internasional ini menegaskan pentingnya penguatan jejaring akademik, riset, dan kolaborasi internasional di bidang teknologi pangan,” ungkap Prof. Bambang Kuswandi.
Pernyataan tersebut merefleksikan visi besar Universitas Jember untuk terus mendorong daya saing institusi di kancah global, memperluas jejaring kemitraan strategis, serta memastikan bahwa riset-riset yang dikembangkan di lingkungan perguruan tinggi memiliki relevansi langsung dengan kebutuhan industri dan tantangan global.
Forum ilmiah ini menarik antusiasme tinggi dari berbagai kalangan, terbukti dengan kehadiran sekitar 300 orang peserta yang memadati ruang auditorium. Para peserta datang dari latar belakang yang sangat beragam, meliputi:
Kalangan mahasiswa dari berbagai jenjang pendidikan
Dosen dan akademisi perguruan tinggi
Peneliti dari berbagai lembaga riset
Siswa sekolah menengah yang memiliki ketertarikan di bidang sains dan pangan
Para pelaku industri pangan serta perwakilan dari berbagai institusi pendidikan di wilayah Jawa Timur
Keberagaman latar belakang peserta ini mengubah format seminar menjadi lebih dari sekadar forum akademik biasa. Acara ini berfungsi sebagai wadah pertemuan strategis (triple helix) yang mempertemukan dunia pendidikan, lembaga penelitian, dan sektor industri untuk berdialog secara terbuka mengenai tantangan rantai pasok dan keamanan pangan di masa depan.
Untuk memberikan kedalaman materi dan wawasan komprehensif, panitia menghadirkan enam pembicara kunci yang berasal dari universitas ternama, lembaga riset nasional, hingga pimpinan industri. Para narasumber ahli tersebut antara lain:
Prof. Takuya Sugahara dari Ehime University, Jepang, yang membawa perspektif global serta perkembangan mutakhir riset teknologi pangan internasional.
Ir. Mukhlis Bahrainy, selaku CEO Pachira Group, yang memaparkan sudut pandang praktisi industri terkait implementasi inovasi di pasar global.
Prof. Dr. rer. nat. Andri Frediansyah dari Pusat Riset Teknologi Proses Pangan (PRTPP) Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).
Prof. Ir. Achmad Subagio, M.Agr., Ph.D. dari Universitas Jember, pakar terkemuka di bidang ketahanan pangan dan pemanfaatan sumber daya lokal.
Prof. Dr. Yuli Witono, S.TP., M.P. dari Universitas Jember, yang aktif mendalami pengembangan mutu dan pengolahan hasil pertanian.
Dr. Triana Lindriati, S.T., M.P. mewakili PATPI Jember, yang menyoroti aspek profesionalisme dan standar teknologi pangan.
Pemaparan materi oleh para narasumber mengupas tuntas berbagai isu strategis yang menjadi fokus utama transformasi sistem pangan global dekade ini. Beberapa topik krusial yang mendominasi jalannya diskusi meliputi:
Pengembangan next-generation functional foods (pangan fungsional generasi masa depan)
Penerapan konsep precision nutrition (nutrisi presisi yang disesuaikan dengan kebutuhan biologis spesifik)
Eksplorasi bahan pangan dan ingredients generasi baru yang lebih ramah lingkungan
Tren konsumsi superfood dan optimalisasi biodiversitas pangan lokal Indonesia
Perkembangan teknologi pengolahan pangan tingkat lanjut (advanced processing)
Strategi peningkatan inovasi serta daya saing industri pangan nasional di pasar global
Kehadiran Prof. Takuya Sugahara dari Jepang memberikan nilai tambah berupa pertukaran pengetahuan (knowledge transfer) mengenai tren riset teknologi pangan global yang sedang berkembang di Asia Timur dan dunia internasional. Di sisi lain, pelibatan aktif BRIN, pelaku industri, organisasi profesi PATPI, serta para akademisi Universitas Jember menegaskan bahwa kompleksitas tantangan pangan masa depan tidak dapat diselesaikan secara parsial, melainkan membutuhkan kolaborasi lintas sektor yang kuat dan berkelanjutan.
Bagi Program Studi Teknologi Hasil Pertanian Universitas Jember, penyelenggaraan International Seminar FUTURE FOOD 2030 menjadi momentum emas dalam mengakselerasi internasionalisasi program studi. Kegiatan ini tidak hanya memperluas jejaring riset institusional, tetapi juga membuka peluang kolaborasi yang lebih luas antara perguruan tinggi, lembaga penelitian, dan dunia usaha/dunia industri (DUDI).
Bagi para mahasiswa yang hadir, seminar ini memberikan kesempatan berharga untuk menyerap wawasan, pengalaman, serta pemahaman langsung dari para pakar dan praktisi profesional mengenai proyeksi kebutuhan industri pangan di masa mendatang. Dengan bekal pengetahuan ini, lulusan Teknologi Hasil Pertanian Universitas Jember diharapkan siap menjadi generasi unggul yang kompeten, inovatif, dan siap menghadapi dinamika global dalam mewujudkan ketahanan dan keamanan pangan yang berkelanjutan. [bp]