Jember, 12 Februari 2026
Bayangkan sebuah malam yang sunyi di area perkebunan. Tiba-tiba, lampu menyala terang dan kipas berputar kencang tanpa ada satu pun sosok manusia di lokasi. Itulah yang dialami seorang penjaga malam saat Dr. Ir. Bambang Marhaenanto, M.Eng., IPM. ASEAN Eng., sedang melakukan uji coba sistem smart greenhouse miliknya. Panik luar biasa, sang penjaga mengira ada aktivitas supranatural atau korsleting listrik parah. Tanpa pikir panjang, ia segera memutus aliran listrik (MCB) dan menjauh. Padahal, "hantu" tersebut hanyalah Prof. Bambang yang sedang asyik mengendalikan sistem dari kejauhan melalui smartphone-nya. Kisah jenaka sekaligus ikonik ini kini menjadi bagian dari sejarah pengukuhan beliau sebagai Guru Besar bidang Otomasi dan Informatika Pertanian di Fakultas Teknologi Pertanian (FTP) Universitas Jember (UNEJ).
Jauh sebelum istilah Internet of Things (IoT) menjadi tren dunia, Prof. Bambang sudah melampaui zamannya. Ketertarikannya pada dunia elektronik ternyata sudah mendarah daging sejak duduk di bangku SMP. Meskipun mengambil jalur pendidikan pertanian, jiwa "insinyur" beliau tidak pernah padam. Berikut adalah perjalanan evolusi teknologi yang beliau kembangkan, pada Tahun 2010 (Era Pionir), saat menempuh studi di Thailand, beliau sudah mampu memantau suhu, kelembaban, dan menyiram tanaman di Jember secara real-time. dilanjutkan tahun 2012 (Panggung Internasional), bermodalkan PC bekas dan jaringan internet statis, inovasi ini sukses mewakili institusi di ajang pameran internasional Pemerintah Kerajaan Thailand di Bangkok dan di Era Modern, sistem yang dulunya memerlukan komputer besar telah diringkas menjadi berbasis mikrokontroler yang jauh lebih murah, efisien, dan praktis.
Dedikasi Prof. Bambang tidak hanya berhenti pada riset pribadi. Beliau adalah sosok di balik berdirinya Laboratorium Instrumentasi di FTP UNEJ. Visi teknologinya membawa dampak signifikan bagi institusi diantaranya Smart Greenhouse, fasilitas ini menjadi laboratorium hidup bagi mahasiswa dan peneliti. dan Akreditasi ASIIN, Pengembangan teknologi otomatisasi ini menjadi faktor kunci yang membantu Program Studi Teknik Pertanian UNEJ meraih akreditasi internasional dari lembaga bergengsi asal Jerman, ASIIN. "Teknologi otomasi bukan sekadar teori di atas kertas, melainkan alat bantu nyata bagi masa depan pertanian Indonesia," tegas Prof. Bambang dalam orasi ilmiahnya.
Di balik deretan gelar dan pencapaian akademik yang mentereng, Prof. Bambang adalah sosok yang rendah hati. Beliau mengakui bahwa kunci keberhasilannya adalah keseimbangan antara riset dan keluarga. “Tanpa dukungan moral, doa, dan pengertian keluarga terhadap waktu yang saya curahkan untuk penelitian, pencapaian ini tentu tidak akan terwujud dengan baik,” ungkapnya dengan penuh syukur.
Melalui orasinya yang berjudul “Implementasi Smart Greenhouse pada Budidaya Sayuran Hidroponik”, beliau menitipkan pesan penting tentang adaptasi teknologi informasi untuk meningkatkan produktivitas pangan nasional. Pengukuhan ini bukan sekadar seremoni, melainkan babak baru bagi FTP UNEJ untuk terus melahirkan inovasi yang solutif bagi petani Indonesia.