Membangun Integritas dan Kesejahteraan Mental: Kunci Sukses Menuju WBK/WBBM Melalui Pelatihan Terpadu Tendik dan Dosen
Jember, 27 September 2026
Pembangunan Zona Integritas (ZI) menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) bukan sekadar formalitas administratif atau pemenuhan dokumen evaluasi semata. Lebih dari itu, ZI merupakan sebuah transformasi budaya organisasi yang menuntut komitmen kolektif, integritas moral, serta produktivitas kerja yang tinggi dari seluruh sivitas akademika.
Menyadari urgensi tersebut, sebuah langkah strategis dan komprehensif diwujudkan melalui Pelatihan Budaya Kerja dan Kesehatan Mental Pegawai. Kegiatan ini diselenggarakan pada 27–28 September 2026, bertempat di Taman Botani Sukorambi Jember.
Pelatihan ini dirancang secara khusus untuk merangkul seluruh unsur penggerak institusi, yang diikuti dengan penuh antusias oleh seluruh tenaga kependidikan (tendik) dan dosen. Sinergi antara tenaga pendidik dan tenaga kependidikan ini menjadi fondasi utama dalam menciptakan ekosistem kerja yang harmonis, transparan, dan berorientasi pada pelayanan prima.
Keberhasilan instansi pemerintah maupun perguruan tinggi dalam meraih predikat WBK dan WBBM sangat bergantung pada internalisasi Core Values Aparatur Sipil Negara (ASN), yaitu BerAKHLAK (Berorientasi Pelayanan, Akuntabel, Kompeten, Harmonis, Loyal, Adaptif, dan Kolaboratif).
Pada sesi materi pertama, peserta mendapatkan pencerahan mendalam mengenai Evaluasi Kinerja dan Penguatan Budaya Zona Integritas (ZI) Menuju WBK/WBBM. Materi krusial ini disampaikan oleh Dr. Ir. Sri Wahyuningsih, S.P., M.T., IPM., ASEAN Eng, yang juga merupakan Dekan Fakultas Teknologi Pertanian.
Dalam pemaparannya, Dekan Fakultas Teknologi Pertanian Universitas Jember menekankan bahwa pembangunan Zona Integritas menuntut perubahan pola pikir (mindset) dan budaya kerja (culture set). Beberapa poin penting yang dibahas meliputi:
Evaluasi Kinerja Berkelanjutan: Penilaian kinerja tidak hanya berorientasi pada hasil akhir, tetapi juga pada proses pelayanan yang transparan, akuntabel, dan bebas dari praktik korupsi, kolusi, serta nepotisme (KKN).
Internalisasi Nilai BerAKHLAK: Setiap dosen dan tendik didorong untuk mengimplementasikan nilai-nilai dasar ASN dalam aktivitas sehari-hari, menjadikan pelayanan kepada mahasiswa dan masyarakat sebagai prioritas utama.
Strategi Penguatan Area Perubahan: Membedah enam area perubahan dalam reformasi birokrasi mulai dari manajemen perubahan, penataan tatalaksana, penataan sistem manajemen SDM, penguatan akuntabilitas, penguatan pengawasan, hingga peningkatan kualitas pelayanan publik.
Birokrasi yang bersih dan melayani tidak akan terwujud tanpa didukung oleh sumber daya manusia yang memiliki kesehatan mental yang prima. Beban kerja yang tinggi, tuntutan administratif, serta dinamika lingkungan kampus terkadang memicu kejenuhan (burnout) yang berdampak pada penurunan kualitas pelayanan.
Menjawab tantangan tersebut, materi kedua menghadirkan sesi yang sangat dinamis dan menyegarkan tentang Budaya Kinerja dan Kesehatan Mental Pegawai. Sesi ini dipandu langsung oleh Muhammad Munandar, M.Psi., Psikolog, selaku Founder dari Emotive Psikology Jember.
Muhammad Munandar memaparkan bahwa kesehatan mental dan produktivitas kerja memiliki hubungan timbal balik yang sangat erat. Pegawai yang secara psikologis merasa aman, dihargai, dan mampu mengelola stres dengan baik terbukti memiliki kinerja yang jauh lebih optimal. Diskusi dan simulasi interaktif dalam sesi ini mencakup:
Pengenalan Gejala Burnout: Mengidentifikasi tanda-tanda kelelahan mental, stres kerja, serta penurunan motivasi yang sering dialami oleh tenaga pendidik maupun kependidikan.
Manajemen Emosi dan Stres: Teknik praktis mengelola tekanan kerja sehari-hari agar tetap tenang dan produktif menghadapi berbagai tantangan institusional.
Membangun Resiliensi Organisasi: Meningkatkan daya tahan mental secara kolektif agar sivitas akademika mampu beradaptasi secara cepat terhadap perubahan kebijakan maupun dinamika birokrasi.
Keseimbangan Hidup (Work-Life Balance): Pentingnya menjaga batasan yang sehat antara urusan pekerjaan dan kehidupan pribadi demi tercapainya kebahagiaan holistik pegawai.
Selain mendapatkan materi teoretis dan motivasional di dalam kelas, para peserta juga dilibatkan dalam berbagai kegiatan luar ruang (outbound) dan refleksi kelompok. Pendekatan ini dirancang untuk:
Meningkatkan rasa kekeluargaan dan solidaritas antar-dosen dan tendik.
Menghilangkan sekat-sekat birokratis melalui komunikasi yang lebih cair dan humanis.
Membangun semangat kerja sama (teamwork) yang kokoh sebagai modal sosial dalam mewujudkan target institusi.
Pelatihan Budaya Kerja dan Kesehatan Mental Pegawai di Taman Botani Sukorambi Jember ini berhasil meninggalkan kesan mendalam serta energi baru bagi seluruh peserta. Perpaduan antara materi struktural mengenai Zona Integritas oleh Dr. Ir. Sri Wahyuningsih, S.P., M.T., IPM., ASEAN Eng dan penguatan psikologis oleh Muhammad Munandar, M.Psi., Psikolog, menciptakan pemahaman yang utuh bahwa reformasi birokrasi harus berjalan seiring dengan kesejahteraan mental pegawai.
Dengan berakhirnya kegiatan pada tanggal 28 September 2026 ini, seluruh dosen dan tendik kembali ke unit kerja masing-masing dengan membawa komitmen baru. Semangat kolaboratif, integritas yang tinggi, serta mental yang sehat kini menjadi amunisi utama dalam mengawal institusi mewujudkan predikat Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) secara nyata dan berkelanjutan.